*Satu Bulan Menjelang Hari Bahagiaku*
Tuesday, March 3rd, 2009Hari ini Porsi Kebahagianku Bertambah, Karena Hari ini adalah Hari bahagiamu. Aku Patut Berbahagia, Karena Qta Yakin Bahagiamu juga adalah bahagiaku. Banyak Orang yang Berbahagia Saat Kebahagian itu Bisa mereka dapatkan, namun ternyata kebahagiaan Itu belum sempurna, sebelum Qta mau Membaginya dengan orang lain. “Rahasia Kebahagiaan Bukan Pada Saat Qta Meraihnya Melainkan Saat Qta Membaginya pada yg Lain”…
Banyak Juga yang tertipu dengan kesenangan, Mereka mengangggap Kesenangan itu adalah kebahagiaan, Padahal Belum Tentu hal yang menyenangkan itu adalah kebahagiaan. Saat Anda senang dengan terlebih dahulu mengejek orang lain, Maka itu bukanlah kebahagiaan.. Nah mendefinisikan kebahagian dalam format emosional dan spritual adalah yang perlu kita lakukan… Menjadikan standar kebahagiaan bukan pada kepuasaan semata, melainkan pada Ridha manusia dan Ridha ilahi…
hemm… Lagi belajar bijak neuh….
Sahabat…
Corry Bila Celah Terlalu Banyak Ku Ukir dalam Hidup kalian
Maafin Juga bIla ku Terlalu menggantungkan harapan di hari bahagiamu
Yang Jelas Ku Bangga pernah mengenalmu, Aku juga berterimakasih Karena Engkau telah berkenan mengisi hari hariku. Apa pun yang pernah engkau berikan, cerita, Kenangan, Senyum dan Kata “BELUM”itu amat berarti bagiku. Bagiku setiap kata, setiap sikap bahkan penolakan sekalipun itu adalah adrenalin kehidupan untuk menjadi lebih bijak dalam melihat dan menyikapi masalah. Corry neuh klo udh so’ menggurui…
Sahabat….
Mungkin Engkau selalu Bertanya “Mengapa disetiap comment, sms ku selalu Berakhir dengan Kata “setia Menanti” Mungkin di matamu Aku Tak Pernah lelah Menanti, Atau Mungkin engkau mengira “Menanti” adalah Kebiasaan Pavoritku… Sebelumnya Aku Ucapkan “Thank’s” udh berkhusno dzon kepadaku…
Nah…
Coretan ini kugoreskan untuk menjawab itu semua,,, ehmm Akhirnya Jujur Juga Loe zal….
Sebenarnya menanti itu Indah Selama dalam masa penantian itu Qta bisa memanfaatkan waktu untuk hal positif lainnya. Juga Menanti itu akan lebih terasa nikmatnya klo Qta bisa mengisinya dengan berbagi kepada yang lain. Menanti juga bisa menjadi penyemangat bila Penantian itu Pasti…
Namun ada satu dimensi yang terkadang membuatnya Gelap “Dimensi itu adalah Waktu yang mendekat” Walaupun se-setia bagaimanapun Qta dengan penantian, Tetap aja ada resah, gelisah dan ragu yag menghinggapi dan kadar keresahan itu akan berlipat seiring dengan waktu yang kian mendekat….
Sahabat…
Saat Aku Berucap “Penantian” sebenarnya ada yang tak ikut terucap, Ia tersimpan di Hati, dan yang jelas engkau tak mendengarnya… Yang tersimpan inilah Yang terkadang menjadi misteri bagi setiap orang termasuk pada orang yang menyimpannya. Kata yang tersimpan itu juga terkadang lemah, kurang komitment yang berujung pada ketidakKOnsistenan… salah satu cirinya adalah Selalu MENGUNDUR BATAS WAKTU…
Nah….. di hari bahagiamu ini AKU udh membulatkan tekad dan tidak ada lagi yang tersimpan di HATI, semuanya kini terbuka, ku Rangkum dalam rangkaian kata :
“Sebulan menjelang Hari Bahagiaku yang terhitung mulai di hari bahagiamu ini, Ku Akan Tetap Menanti, dan setelah itu KU Tak.KAn Berharap Lagi”
Sahabat…
Akhir Kisah ini Aku udh siap menerimanya Mau Happy Ending atau Sad Ending Ku tetap akan berbahgia,,, Karena Pilihanmu adalah bahagiamu, dan Bahagiamu adalah bahagiaku…
030309
Riz.com